Memaknai Kemedekaan Secara Nyata

GAUNG Perayaan Kemerdekaan memyeruak ke seluruh negeri, lengkap dengan bendera pusaka dan  atribut umbul-umbul warna -warni yang menghiasi. SEmua menyambut gembira, bersuka cita. Saat saya  duduk di bangku SD, satu mata pelajaran yang membahas tentang kemerdekaan. Yang dimaknai dengan suatu kebebasan. Di mana pada 17 Agustus 1945, Bangsa Indonesia menyatakan Kemerdekaan. Bebas dari segala macam penindasan dan peguasaan asing.

Kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia, merupakan langkah awal  untuk membangun bangsanya sendiri guna menciptakan pemerintah yang berdaulat, megayomi, melindungi, mensejahterakan dan memberikan kedailan bagi segenap rakyat Indonesia.

Faktanya? Sudahkah kemerdekaan dirasakan rakyat Indonesia secara merata? Di sini saya  tidak akan mengulas segala permasalahan pelik yang dirasakan “Wong cilik” di tanah air. Karena saya juga sudah dalam hitungan tahun hidup sebagai perantau di negeri orang. Mari kita tilik bagaimana nasib para migran yang berada di luar negeri. Sudahkah mereka merasakan kemerdekaan secara merata?

Bila ditinjau dari keluarga besar KSI-Chapter Taiwan, tentunya apa yang rekan-rekan rasakan jauuh lebih baik dari mereka yang kurang beruntung bekerja di sini. Rekan-rekan  bisa mengakses internet dengan bebas, menyalurkan hobi, dan bersosialisasi dengan public meskipun di dunia maya. Namun, di belahan lain, banyak dari pekerjabmigran yang belum mendaptkan hak-haknya. Seperti; mendapat hari libur, memegang gadget, bersosialisasi dengan rekan-rekan pekerja lain. Hingga hak untuk menyimpan document kerja pribadi.

Tentunya ini menjadi PR pemerintah, guna memeratakan kemerdekaan  ke seluruh rakyat Indonesia. Agar tidak ada lagi, kisah pilu pengguna BPJS meninggal, karena keterlambatan penanganan,  eksploitasi, human trafficking yang dialami pekerja migran di perantaun. Wujudkan kemerdekaan secarav adil dan merata, secara nyata. 


Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM)  dan pembekalan sebelum pemberangkatan harus lebih ditingkatkan. Agar selain bekerja guna membantu kehidupan keluarga di kampung halaman, mereka juga melindungi diri di negara penempatan kerja masing-masing. 

Kemerdekaan adalah tiap individu untuk hidup mandiri secara bermartabat. Terlepas dari penindasan

Taiwan, 08 Agustus 2018

Salam Indonesia

@ettydiallova

Please follow and like us:
20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Thanks For Sharing! Please Share it