Keramahan warna Indonesia Mencuri Hati Masyarkat Taiwan!

SAAT mendampingi  Walking  Tour seputar  Taipei Main station pada hari Minggu kemarin, Saya sempat meluncurkan pertanyaan kepada peserta tour yang terdiri dari berbagai profesi. Ada yang bekerja sebagai sebagai guru, beliau menjawab; dirinya tertarik mengetahui lebih dalam tentang kehidupan orang-orang Indonesia karena ia sering bertemu  warga Indonesia di taman yang tengah membawa pasiennya berolahraga. Dengan sabar, mereka menjaga dan merawat pasien-pasien tersebut seperti keluarga mereka sendiri. Oleh karena itu, hatinya tergugah ingin mengetahui, sebenarnya kegiatan apa saja yang mereka lakukan saat liburan.

Berbeda lagi dengan seorang peserta yang berprofesi sebagai mahasiswa, dia kebetulan seorang lelaki muda. Mengenai menikah atau belum saya belum tahu. Hehe. Namun, atas pertanyaan yang saya lontarkan mereka menjawab, ia sering berpapasan pekerja Indonesia di stasion saat ia hendak bepergian.  Ia melihat orang-orang Indonesia tersebut sangat ceria dan bahagia. Mereka berkumpul dengan sesame warga Indonesia. Hal tersebut yang membuatnya penasaran dan ingin tahu, kegiatan apa  yang mereka lakukan saat kumpul-kumpul di hari libur?

Mengenai jajanan Nusantara, mereka paling suka dengan jajanan lapis dan gorengan. Lapis, mengundang selera karena warnanya yang indah. Sehingga mereka penasaran yang bertanya, “Bagaiamana menyatukan warna-warna tersebut? Yang akhirnya dijelaskan oleh tour guide. Mereka juga penasaran, mereka mayoritas Indonesian sangat menggemari makanan pedas, manis, asin. Dengan rasa yang kental? Karena untuk penduduk Taian sendiri, mereka hanya menggunakan bawang putih dan garam sebagai bumbu masakan. Terutama tumis sayur.

Selain terkesan dengan jananan Indonesia, para peserta juga tertarik bertanya tentang adab muslem saat melaksanakan ibadah. Untuk itu kami membawanya menuju bawah tanah, di mana terdapat musala kecil ke atah perjalanan menuju Taipei Mall underground. Di sana, kami menjelaskan bagaimana tata cara berwudhu. Lalu juga menerangkan, bagi seorang wabita yang tengah menstruasi, maka diharamkan untuk melaksanakan salat.  Dengan seksama mereka mendengarkan penjelasan tersebut.

Mengenalkan  kehidupan warga  Indonesia  saat mengisi hari libur di Taiwan,  lengkap dengan agama, kuliner, dan kebudayaan,  merupakan kebahagiaaan tersendiri bagi saya bersama team walking Tour Brilliant Time. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, makin banyak wisatwan mancanegara yang tertarik untuk datang dan berwisata ke Indonesia. 

Taiwan, 11 September 2018

Salam Hangat

@ettydiallova

Please follow and like us:
20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Thanks For Sharing! Please Share it