Kebudayaan Merupakan Identitas Suatu Bangsa!

Meninggalkan keluarga dengan tekad mencari rezeki, tentunya harus siap dengan segala keadaan. Ada susah, senang, gelak tawa, tak jarang juga diwarnai dengan air mata.  Satu tujuan mereka, mengubah masa depan  sendiri dan kehidupan keluarga  menjadi lebih baik.  Satu minggu berkutat dengan aktivitas, hari libur tentu menjadi waktu yang ditunggu. Bisa bercengkrama dengan rekan sejawat, menghirup udara luar, serta merasakan ingar binger kota metropolitan.

Namun, siapa sangka? Meskipun telah meninggalkan bumi pertiwi, jiwa patriot dan rasa cinta tanah air tetap mendarah daging. Terbukti, meskipun harus menggunakan waktu istirahat mereka untuk pertemuan atau musyawarah, serta merogih kocek yang tidak sedikit mereka mempromosikan kebudayaan Indonesia di Taiwan. Hal ini dilakukan sebagai identitas kebangsaan sekaligus memgenalkan Indonesia ke Kancah internasional.

Berikut ini saya ingin mengajak rekan Steemian, mengintip kegiatan apa saja yang rekan-rekan lakukan saat hari libur.

Yuk … Check It Out…!

Melakukan Organisasi  KeAgamaan

Libur digunakan untuk mengikuti kegiatan keagamaan, sekaligus mensiarkan agama Islam di bumi Formosa. Keberdaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) mempengaruhi jumlah perkembangan agama Islam di negara yang berbentuk pulau Daun ini. Setiap satu bulan sekali, juga menyelengarakan Tabligh Akbar yang mengundang mubaligh langsung dari tanah air untuk memberi siraman rohani dan tausiah, agar tetap berda di jalan Allah. Dengan tetap menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya.

Melakukan  Pentas Kebudayaan

Pada hari terntentu, seperti peringatan Hari Kartini, organisasi atau perkumpulan PMI akan menyelenggarakan Lomba Busana adat Nusantara, yang menampilkan berbagai macam Busana adat daerah di seluruh Indonesia. Melalui perlombaan tersebut sebagai sarana mengenalkan keragaman budaya Indonesia ke kancah internasional. Selain itu juga sebagai ajang silaturahmi serta berkumpul bersama di perantauan.

Pelestarian Budaya Daerah

Di Taiwan sendiri, banyak sekali komunitas seni kebudayaan yang beranggotkan dari sesame asal daerah di Indonesia. Seperti Singo Barong Taiwan yang beranggotakan rekan-rekan PMI dari Ponorogo, Galok (Gabungan Anak Lombok), IKALT (Ikatan Anak Lampung Timur Taiwan), Yang kesemuanya mengusung kebudayaan daerah asal kemudian dilestarikan di Taiwan sekaligus dikenalakan ke kahalayak ramai.  Mayoritas anggota komunitas tersebut sudah memiliki keterampilan sejak di kampung halaman. Sehingga saat di Taiwan, mereka hanya melatih kekompakan.

Demikian sedikit rangkuman kegiatan Pekerja Migran Indonesia yang berada di Taiwan. Selain sebagai penyumbang aset devisa bagi Indonesia, rekan-rekan semuanya juga sebagai duta budaya yang melestarikan Kebudayaan daerah asal masing-masing sekaligus mengenalkannya ke kancah internasional.

Taiwan, 14 September 2018

Salam Hangat

@ettydiallova

Please follow and like us:
20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Thanks For Sharing! Please Share it