Kebersamaan dalam Perjuangan!

ALARM meraung  membangunkanku yang baru terlelap empat jam. Hujan gerimis membasahi Kota Taipei pagi tadi. Meski  sedikit enggan, tetap kulawan perasaan itu. Karena hari ini banyak tugas yang harus kulakukan hari ini, kelas perdana di semester ini. Tempat kami melanjutkan pendidikan di negeri oranng, bukanlah pepatah kuno mengatakan, “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina”, dan inilah yang tengah kami lakukan.

Setelah selesai menyiapkan segalanya, saya pun bergegas bergegas turun dari apartement menuju pemberhentian Bus yang biasa saya gunakan menuju Taipei Main Station. Setelah beberapa lama menit menunggu, akhirnya busa yang kunanti telah tiba, dan membawaku menerobos gerimis padi di Auntum ini. Musim yang sulit diprediksi, kadang panas disertai angin besar, hujan. Namun ada juga semilir angin yang menyejuknya suasana.

Setelah tiba di tempat yang kutuju, sesegera mungkin aku mencari tempat nyaman untuk dapat memeriksa ulang segala tugas yang telah kukerjakan, make sure jika semua beres dan tidak ada yang terlewatkan.Karena segala sesuatu yaang akan kita lakukan, lebih baik dengan dilakukan pengecekan ulang. Karena manusia tidak ada yang sempurna, pasti akan ada hal-hal kecil yang luput dari ingat ataupun saat dilakukan.Try to do the best, quote yang kerap saya dengar.

By the way, pada semester ini saya bertemu dengan dosen yang berasal dari Aceh. Mahasiswa Aceh  yang melanjutkan pendidikan di Taiwan. Meskipun beliau sebagai dosen, selepas kelas kami ibarat kerabat bersama. Beliau  makan siang bersama kami, bekal sederhana yang dibawa teman dari rumah. Karena saya tidak bisa masak di rumah, saya pun memutuskan beli makanan untuk makan siang. Kami saling bertukar lauk dan sayuran. Sebuah kebersamaan yang penuh makna. Meskipun di negara orang kami tetap berjuang bersama dan menyemangati satu sama lain.

Meskipun berasal dari kota Serambi Mekah, tetapi beliau belum tahu tentang Steemit. Media sosial disetralisasi yang notabene penggunanya di Indonesia berasal dari Aceh. Karena selidik punya selidik, beliau menghabiskan waktunya di Desa Inggris, Kab Pare-Pare. Meskipun demikian, saya tak lantas menyerah. Sedikit saya ceritakan apa itu Steemit dana bagaiamana saya aktif menulis di plathform tersebut.  Well, akhirnya beliau tertarik dan ingin lebih tahu mendalam tentang Steemit. Karena hari ini jadwal kami benar-benar Full, sehingga bincang tentang Steemit kami agendakan untuk betemu di lain kesempatan.

Taiwan, 7 Oktober 2018

salam hangat

@ettydiallova

Please follow and like us:
20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Thanks For Sharing! Please Share it