Penjual Jamu yang Menebarkan Virus Membaca dan Mendirikan Sekolah Bagi Anak Kurang Mampu!

Kiprah beliau dalam mengenalkan budaya membaca dan dunia  literasi di kalangan masyarakat sangat  menginspirasi. Tidak hanya menjual jamu dan berkeliling membawa buku di tempat dagangannya, Fauzi Baim juga sukses  mewujudkan impiannya untuk mendirikan sekolah gratis. Yayasan Bustamul Hikmah Sukorejo, begitulah nama sekolah gratis yang didirikan oleh pria dua putra tersebut. Sekolah gratis ini bertujuan untuk memberikan pendidikan bagi anak-anak yang tidak mampu. Fauzi yang memiliki basik dari pondok pesantren, memang lebih mengutamakan pendidikan berbasis agama.

Meski dengan bentuk ruang kelas terbatas, antusias anak-anak belajar sungguh luar biasa. Fauzi harus menyisihkan uang pendapatnya guna membiayai operasinal sekolah. Namun, ada juga donatur yang memberikan bantuan berupa uang dan juga mendonasikan buku-buku. Selain menyediakan kelas untuk anak-anak, Yayasan Bustanul Hikmah juga menyediakan kelas bagi orang tua dalm mendidik anak-anak. Dibantu sang istri dan pengajar lainnya, Fauzi memberikan pelajaran kepada anak didik mereka.

Kesuksesan yang Fauzi raih, tidak serta merta datang begitu saja. Lelaki yang pernah diundang ke istana preident dan dijamu makan malam oleh Pak Jokowi ini mengisahkan, jika buku-buku yang ia bawa pernah jatuh di jalan raya dan ada juga yang jatuh ke parit. Ia sadar, bahwa pengorbanannya untuk mengajak generasi indonesia tidaklah mudah. Namun, ia ikhlas melakukan semuanya demi mencerdaskan anak bangsa. Generasi penerus untuk negeri ini. Pada hari Minggu, Lelaki yang akrab disapa Fauzi ini masih menyempatkan ke alun-alun dengan membawa ratusan buku, untuk dipinjamkan secara gratis.

Bahkan, saat memperangi hari buku nasional, Muhammad Fauzi (34), mengajak istrinya Imroatul Mufidah (28), beserta kedua putranya Faris Nuruddin (10), dan Muhammad Naufal Ibrahim untuk membagi-bagikan 400 stiker ajakan gemar membaca. Dengan tagline Sak iki jamane moco, Fauzi Baim ingin mengajak generasi penerus mengenal dunia dan menambah pengetahuan dengan membaca buku. Ketika ditanya, tentang harapan, lelaki dengan gaya khas rambutnya yang gondrong ini mengatakan,”Semoga pemerintah Sidoarjo mendukung kegiatan membaca, dengan mendirikan tempat-tempat baca gratis di pusat-pusat keramian, seperti di alun-alun,” pungkas Fauzi. []

Salam Aksara

@ettydialova

Please follow and like us:
20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Thanks For Sharing! Please Share it