Aksara Membawaku ke REPUBLIKA

Mobil yang kami tumpangi, melaju mulus di jalanan halus ibu kota. Bukannya Jakarta kalau tidak ada kemacetan. Meski semalam tidak tidur, dan sedari pagi mengikuti acara-acara yang tidak di siapkan RRI, saya dan kedua pemenang Voice of Indonesia (VOI)  Award 2017 tetap semangat mengikuti kegiatan ini.

Bagi pecinta surat kabar, pasti sudah tidak asing dengan nama “Republika”, koran nasional yang dilahirkan oleh kalangan komunitas muslim bagi republik Indonesia. Dan jadwal terakhir pada waktu itu mengunjungi Kantor Redaksi Republika di Jl. Warung Buncit, No. 37, Jakarta Selatan. Setelah beberapa lama terombang-ambing di dalam kendaraan, akhirnya sampailah kami di kantor Republika. Sebuah bangunan kuno ala Belanda di zaman kemerdekaan.

Kue Putu di Republika

Karena saat itu adalah hari Sabtu, penerimaan tamu dilakukan secara pribadi oleh Erdy…Beliau telah menunggu di ruangan meeting, lengkap dengan menyediakan kopi dan jajanan khas Indonesia. Setelah acara penyambutan, dan sedikit pembukaan oleh Ibu Rita, kami pun berdiskusi tentang karya. Di mana para pemenang VOI 2017, diperkenankan mengirimkan karya-karya tulisnya ke Redaksi Repubika. Dan itu sebuah kehormatan tersendiri bagi saya. Sebagai seseorang yang masih hijau di bidang aksara, tulisanku diterbitkan di sebuah redaksi yang kerap menerbitkan buku-buku penulis terkenal sekelas Tere Liye.

Setelah membahas tentang karya, kami pun melaksanakan salat Ashar berjamah, yang dipimpin langsung oleh ketua redaktur harian Republika, Bp. Irwan Kelana.Beliau juga salahsatu dewan juri, yang menilai karya-karya yang terseleksi di Bilik Sasrta Award 2017. Setelah menunaikan salat, kami bertiga dibawa menuju ruangan redaksi. Di mana terdapat banyak komputer, dan para pekerja profesional yang tengah mengolah berita guna disajikan esok hari.

Setelah diajak berkeliling, hingga ke Toko Buku Republika, kami pun tidak lupa berfoto ria, guna mengabadikan kenangan. Di depan gedung, nampak berjejer kendaran beroda empat yang bertuliskan Republika.com. Mobil-mobil tersebut, setiap pagi digunakan mengantar surat kabar yang akan di distribusikan ke masyarakat.

Menikmati Nasi Kebuli

“Sebagai kenang-kenangan ke kantor Republika, kurang afdol jika belum merasakan Nasi Kebuli terkenal di daerah sini,” ucap Pak Irwan Kelana, Kepala Redaktur Rublika.

Akhirnaya mobil yang kami tumpangi pun bergerak menuju kawasan kuliner, yang menurut cerita Pak Irwan adalah tempat terkenal di daerah tersebut. Beliau merekomendasikan untuk memesan Nasi Kebuli dan Teh Polong. Yang merupakan menu andalan di rumah makan tesebut.

Sambil menyantap makanan, Pak Irwan banyak bercerita tentang perjuangan beliau hingga seperti saat ini. Beliau berharap, setelah memenangkan VOI Award 2017, kami terus melangkah maju. Setapak jalan telah terbuka, sebagai jaringan untuk mengirimkan karya. Dan ini sungguh memantikan semangat untuk terus berkarya guna menjadi lebih baik lagi.

Setelah menyantap dan berbincang panjang lebar, rombongan kami dan Pak Irwan berpisah di jalan. Karena beliau harus pulang ke kediamannya. Pukul 22.00 WIB, tibalah kami di Hotel tempat pemenang VOI menginap. Hari yang melelahkan, tetapi memberikan banyak ilmu dan pengalaman.

Aksara telah membawa saya semakin jauh ingin mengepakkan sayap dalam berkarya. Ketika sebuah hobi yang ditekuni menjadi prestasi, dan memberikan royalti. Karena impian tidak dapat terwujud dengan sendirinya. Namun, impian akan datang ketika kita berusaha meraihnya.[]

Salam Aksara

@ettydiallova

Please follow and like us:
20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Thanks For Sharing! Please Share it