Sebuah Rasa di Balik Aksara

Setahun lalu…

Saat goresan pena membawaku mengunjungi bumi pertiwi, dalm rengkuhan piala sasta Voice of Award (VOI) 2017. Banyak ilmu, pengetahuan, dan pengalaman yang saya peroleh di sana. Bertemu dengan sesepuh peramu aksara, yang tak segan membagikan wejanagan dan petuah, bagi saya dan pemenang lain dari Polandia dan Hong Kong, untuk terus berkarya. Menyuarakan apa yang dirasakan, impian, asa dengan segala warna di negeri  orang. Selain itu, saya pun memiliki keluarga baru di Ibu kota, Keluarga team Voice of Indonesia (VOI).

Tahun ini, sahabat saya Jassy, yang saya kenal tiga tahun lalu, di mana kami sama-sama belajar menorehkan cerita dengan segala impian di kertas-kertas using saat rajutan malam dalam hening dan penuh kesenyapan. Kopi, yah … hanya dialah yang setia menemani kami. Tanpa pernah menyelingkuhi. Sungguh, Aksara memberi warna dalam kehidupan saya. Menemukan komunitas, rekan, sahabat, serta keluarga yang selalu menyemangati untuk terus berkarya.

Terima kasih jassy, yang telah membawakan Buku Kumpulan Cerpen Pemenang VOI 2017 yang bertajuk “Aku Mengira Ada Surga di Formosa” ini sampai ke Taiwan. Tak hanya buku, bahkan saya pun diberikan Tolak Angin cair, Fresh care, dan juga  jajanan Nusantara. Sungguh  sangat terharu, karena bertepatan dengan musim dingin di Taiwan. Sebagai penduduk eilayah tropis, meskipun telah beberapa  kali melalaui winter, tetapi tetap saja musim dingin menjadi suasana ekstrim yang sangat menyebalkan.

Menulis mengenalkan saya pada dunia. Tentang karya, cita-cita, dan merajut harapan. Semoga rekan-rekan yang berada di Luar negeri , khususnya Komunitas Steemit Indonesia (KSI)_Chapter Taiwan terus semangat dan berkirim karya di  Guratan Pena dan menjagi pemenang untuk periode berikutnya.

Menulislah! Agar namamu di kenang dalam keabadian-@ettydiallova

Taiwan, 24 November 2018

Salam Aksara

Please follow and like us:
20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Thanks For Sharing! Please Share it