Ujian adalah Titian dalam Kesuksesan

Menjadi pekerja migran bukanlah sebuah cita-cita, tetapi batu loncatan untuk meraih impian yang tertunda. Jangan pernah takut mencoba, karena pengalaman adalah guru berharga dalam kehidupan. 2011 datang ke Taiwan dengan menandatangi kontrak sebagai perawat orang tua. Namun apa yang rumah terjadi? Rumah tingkat lima, dan harus memasak untuk sepuluh orang lebih saya lakukan setiap hari. Sungguh melelahkan, air mata berderai nyaris setiap malam. Hingga teman selalu berkata, “Mengapa kamu bodoh? Kerja bisa. Bahasa bisa, kenapa tidak kabur?

Tidak! Kabur bukan menyelesaikan masalah, justru membuat semua menjadi lebih runyam. Dengan penuh kesabran dan keikhlasan saya bertahan. Hingga pertolongan dari Yang Kuasa itu tiba dan akhirnya mengantarkan saya seperti saat ini. Berada di forum ini, bercerita, bagaiamana kedatangan awal saya ke Taiwan. Negara yang dijuluki pulau Formosa yang berarti pulau yang indah. Bahkan, jika dahulu saya memutuskan kabur, mungkin tak kan pernah saya  mengenal Steemit dan bersama dengan rekan-rkan semuanya.

Apakah semua nasib para pahlawan devisa disini seindah foto yang dipajang di media sosial? Tidak! Pasti ada tangisan yang menahan kerinduan, keletihan, atau cerca dari majikan. Namun percayalah. Semua butuh proses. Tidak ada kesuksesan yang serta merta datang begitu saja. Mari terus berjuang kawan! Singsingkan lengan baju untuk meraih masa depan. Karena hasil takkan pernah membohoni sebuah usaha. Semua pasti indah pada akhirnya.

Hari ini memenuhi undangan memerungati Uang tahun ke-90 National University Taiwan, sekaligus publish buku National Cinderela, karangan prfesor Pei-Chai Lung. Beliau melalukan penelitian buku ini selama 10 tahun, yang menceritakan bagaimana nasib migran di Amerika, Hong Kong, Singapura, dan juga Taiwan.

Taiwan, 25 November 2015

Salam Hangat

@ettydiallova

Please follow and like us:
20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Thanks For Sharing! Please Share it