Senja dan Kerinduan

Senja  datang di peraduan. Mengingatkanku kampung halaman. Bercerita, tentang rona mentari berwarna jingga, dengan kicau burung yang merdu beterbangan di dahan cemara. Aku rindu semuanya… Kepulan nasi di saat pagi, gemericik air sungai yang mengalir jernih. Canda bersama keluarga, dan bercengkrama penuh suka cita: Aku rindu semua

Ah … ini bukan khayalan di dalam angan!Aku merindukan semuanya. Peluk hangat dan belaiannya. Ibu … sungguh  aku rindu, ingin sekali bertemu dan bersimpuh di hadapanmu. Maafkan ananda, belum bisa menungguimu di saat senja. Bercengkarama, dengan segudang topic bahasan tentang wanita. Sungguh aku, merindukan semunya .

Rindu ini mengembalikan ingatan, saat engkau menimangku. Membisikan setiap kata dan doa penuh harap, agar anakmu berada dalam kebaikan. Engkau rela tersita waktu istiahat, untuk menggendonku di saat malam, kala badan tidak sehat. Kau menimangku, saat malam merajut mimpi.

Ibu … betapa besar pengorbananmu. Kau ajarkan aku tatakrama dan etika , bagaiamana berbicara pada yang lebih tua. Kau arahkan aku agar tak menyakiti hati sesama. Kau selalu mengajariku,  bagaimana tersenyum dan bersyukur atas segala rahmatnya. Karena DIA penguasa segalanya.

Kau tak selalu mendoakanku, di setiap embusan nafas dan doamu, tak pernah lelah bertanya, bagaimana kabar putrimu di negeri orang. Kasi sayangmu takkan pernah tergantikan. Abadi sepanjang zaman, tak lekang di makan waktu.  Selalu bertabur kasih dan rindu yang selalu membiru di setiap waktu.

Ibu .. Tunggulah daku kembali, kan buat senyumu indah mewangi. Semerbak bak bunga melati

Please follow and like us:
20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Thanks For Sharing! Please Share it