Sebuah Kepercayaan

Beberapa waktu lalu Ms. Zhang, istri dari owner Perpustakaan Brilliant Time  menghubungi saya,  beliau mengundang saya pada sebuah acara Peluncurn Buku Migran yang buah karya seorang penggerak Sastra di Taiwan, Professaor Lan. Begitulah saya memanggil beliau. Dalam percakapan kapan beliau menyarankan”Jika  bisa, pakailah bahasa Mandarin saat kamu bicara di depan public nanti. Karena tamu yang datang mayoritas masyarakat Taiwan. Namun, jika memang diperlukan, Kamu bisa menggunakan Bahasa Inggris.”

Sebagai seorang tamu undangan, saya pun mematuhi permintaan  pengelola acara, meskipur saya akui saya kurang percaya berbahasa Mandarin saat berbicara formal di depan audience. Sebagai bahasa inteernasional, Bahasa Inggris lebih saya aplikasikan di sini. Dan benar, sekuat tenaga berusaha berkisah pengalaman saat saya  pertama kali datang ke Taiwan, hingga  suka dan duka merantau di Pulau Formosa ini.

Setelah bercerita, beberapa audiens memberikan pertanyaan. Ada satu pertanyaan yang berkesan di hati saya, yaitu perihal bagaiamana caranya  mengambil hati boss dan keluarganya, sehingga pekerja bisa duterima sebagai  bagian keluarga di sana, serta dalam berkarya? Karena banyak sekali pekerja yang mengeluh diperlakukan kurang baik, dan tidak dapat meneriman hak-haknya sebagai pekerja.

Dengan menggela nafas, saya menjawab pertanyaan tersebut. Hal seperti ini juga saya rasakan, saat pertama kali sampai di tempat kerja. “tak kenal, makanya tak saying”. Begitulah pepatah lama mengatakan. Saya pun berusaha mengenal, dan memahami bagaimana role kerja di keluarga ini. Tentunya degan inisiatif dan terus belajar, jangan pernah malu bertanya jika belum faham, dan selalu menawarkan bantuan, jika boss sedang melalukan pekerjaan. Dengan demikian, secara perlahan, mereka akan memberi kepercayaan dan dekat pada kita.

Saya beruasaha keras menjelaskan semuanya menggunakan  Bahasa Mandarin,” Meskipun pada penutupnya saya menggunakan Bahasa Inggris. Karena bahasa Mandarin saya pas-pasan. Saya berkataWe come to Taiwan for work, so we have to do as a good worker. Keep learning and inititaif, then the employer will trust and close to you. Treat them as our families.”

Saya pun senang sekali dapat berbagi cerita di antara mereka. Meskipun penduduk local, semua peserta yang hadir sangat hangat  kepada saya, dan teman saya, yang pada saat itu menjadi tamu undangan dalam acara tersebut.

Taiwan, 15 Desember 2018

Please follow and like us:
20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Thanks For Sharing! Please Share it