Si Mungil Kim kit dan Philosophi Kehidupan

Dalam hitungan hari, kita akan meninggalkan tahun 2018, dan menyongsong tahun baru dan penuh harapan 2019. Perayaan tahun baru,menjadi moment istimewa di luar negeri. Dimana masyarakat, berduyun-duyun menikmati perayaan pergantian tahun, di spot-spot keramaiaan. Tak hanya itu, mereka juga memercayai dekorasi rumah yang akan membawa kebeeruntungan, salah satunya adalah jeruk mungil yang sering disebut “Jeruk Kim kit”

Meskipun suasana aktivitas telah berjalan normal. Kita banyak tahu, jika masyarakat Tionghoa masih memeluk erat tradisi kental dan kebudayaan. Mereka sangat menghargai kepercyaan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Well, jika perayaan Tahun Baru yang akan bersambung dengan perayaan Imlek, kita akan menjumpai banyak buah jeruk ataupun pohon jeruk yan berbuah kecil dan cantik di rumah-rumah mereka yang merayakan lebaran tersebut.

Selain sebagai hiasan, Bentuk buah yang mungil dan warna kuning cerah tersebut dianggap mendatangkan keberuntungan bagi orang yang merayakan IMLEK. Dekorasi yang serba merah, akan nampak lebih semarak dengan hiasan jeruk Kim Kit.

Buah jeruk berasal dari pohon jeruk, dan pohon jeruk berasal dari bibit jeruk. Bibit jeruk juga berasal dari biji jeruk yang telah dipilih. Nah …. philosophy tersebut menjelaskan, jika Anda adalah orang yang rajin mengumpulkan biji jeruk, kemudian ditanam lagi, dan dengan sabar merawatnya. Niscaya, tiba waktunya Anda akan memanen buah jeruk lebat dan berlipat-lipat dari jumlah yang Anda tanam. Bisa ratusan, bahkan juga puluhan ribu.

Dengan analisis riil dapat dijabarkan, setiap rezeki atau pencapaian yang diraih dengan usaha , kerja keras, dan disertai doa, maka hasilnya akan terasa nikmat. Dengan meminjam filosofi masyur “Usaha Takkan Mendustai sebuah hasil”

Taiwan, 16 Desember 2018

Salam hangat

@ettydiallova

Please follow and like us:
20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Thanks For Sharing! Please Share it